5 Langkah Persuasi

5 langkah persuasi inilah yang sering saya sampaikan di kelas persuasi baik untuk kelas publik maupun korporasi yang terbukti sudah sangat efektif jika seseorang ingin memiliki ketrampilan dalam hal persuasi.

Bagi Anda yang masih awam dengan istilah persuasi dapat memBACA artikel saya di SINI.

Mungkin ada diantara pembaca yang sudah pernah mempelajari tentang teknik persuasi dari buku maupun kelas pelatihan, namun kali ini saya ingin berbagi kepada para pembaca dengan merumuskan teknik yang sering saya ajarkan di kelas pelatihan persuasi saya dengan menyebutnya sebagai : 5 LANGKAH PERSUASI.

Apa saja 5 langkah persuasi yang nantinya langsung dapat segera dipraktekkan ini?

  1. Ikuti bahasa tubuh lawan bicara :

Tips pertama dari 5 langkah persuasi ini merupakan syarat mutlak agar seseorang dapat melakukan teknik persuasi atau mempengaruhi orang lain. Apa saja bahasa tubuh yang dapat dicermati untuk nantinya dapat “diikut” dalam upaya untuk melakukan persuasi? Tangan dan Tubuh. Seringkali kita melihat ada orang yang ketika bercerita atau mengatakan sesuatu juga sekaligus menggerakkan tangannya? Itu adalah tanda bahawa tubuh yang dikenali untuk nantinya dapat diikuti.

5 Langkah PersuasiNamun perlu saya tekankan bahwa perlu kewaspadaan dalam melakukan upaya untuk mengikuti gerakan tangan maupun tubuh lawan bicara saat berbicara. Hal ini untuk menghindari kesan dari lawan bicara bahwa kita hanya sekedar meniru atau bisa jadi malah meremehkan terlebih lawan bicara tersebut memiliki strata di atas kita, seperti misalnya pimpinan yang disegani atau klien dalam partner bisnis.

Di kelas pelatihan persuasi MASTERING PERSUASION, saya biasanya akan mengarahkan seorang praktisi persuasi agar dalam upaya mengikuti ini senantiasa terlihat samar namun menjadi nyaman bagi lawan bicara.

 

  1. Setujui apa yang dikatakan lawan bicara :

Ketika lawan bicara mengatakan sebuah topik dan sedang asik membicarakan topik tersebut, seorang praktisi persuasi harus senantiasa menyetujui apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Tips kedua dari 5 langkah persuasi ini mungkin menjadi syarat mutlak kedua karena secara umum orang akan lebih menyukai orang yang menyetujui apa yang dikatakannya.

Mungkin ada pertanyaan dari pembaca : Apabila lawan bicara menyampaikan pendapat yang berseberangan lantas bagaimana tips untuk menjalankan 5 langkah persuasi nomer dua ini? Apakah kita harus tetap menyetujui?

Tidak juga karena masih ada cara atau trik berikutnya agar apapun yang tidak sesuasi dengan cara berpikir kita masih dapat kita selaraskan dengan konteks pembicaraan yang berseberangan dengan lawan bicara.

 

  1. Berbicaralah dengan bahasa “khas” dari lawan bicara :

Kenali setiap kata-kata khas yang diucapkan lawan bicara agar kondisi “kesamaan” dapat dirasakan oleh lawan bicara. Untuk itu seorang praktisi persuasi yang memang ingin mampu mempengaruhi orang lain hendaknya selalu mengamati kata-kata khas yang sering diucapkan lawan bicara jika memang ingin menguasai 5 langkah persuasi ini.

Biasanya di kelas pelatihan, saya akan bimbing peserta untuk melalui aktivitas praktek untuk mulai menyadari dan mencermati setiap kata-kata yang khas yang diucapkan lawan bicara ini agar nantinya menjadi sebuah kebiasaan untuk senantiasa peka dalam melakukan komunikasi persuasi.

 

  1. Tunjukkan empati ketika lawan bicara :

Seperti apakah empati yang seharusnya perlu dilakukan seorang praktisi untuk membekali diri dengan 5 langkah persuasi ini? Empati yang dimaksud disini adalah dengan penuh perhatian menyimak bahkan ikut dalam alur konten pembicaraan serta emosi lawan bicara ketika memang dalam pembicaraan tersebut melibatkan muatan emosi.

Khusus pada langkah keempat dari 5 langkah persuasi ini saya akan mengajarkan bagaimana seorang praktisi persuasi menjadi “peka” terhadap “mood” lawan bicara dalam upaya untuk lebih mengasah empati.

 

  1. Lakukan kalibrasi atau pengukuran skala kualitas hubungan interaksi ketika berbicara :

Menggenapi 5 langkah persuasi ini, saya akan lebih tekankan kepada para praktisi agar senantiasa melakukan kalibrasi. Mengapa ini penting? Pengalaman saya dalam melakukan proses persuasi biasanya yang terjadi adalah kita diserang oleh “mood” kita sendiri yang terkadang justru merusak kualitas hubungan interaksi dengan lawan bicara ketika sedang berbicara.

Mengapa tahapan terakhir dalam 5 langkah persuasi ini sedemikian penting agar persuasi dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan? Dan apa saja yang perlu dilakukan ketika mendapati bahwa lawan bicara mulai merasa tidak nyaman dengan diri kita?

Temukan teknik dan tipsnya dalam kelas pelatihan persuasi di Jakarta melalui info di bawah ini :

5 Langkah Persuasi

Selamat mencoba dan mengeksplorasi 5 LANGKAH PERSUASI ini !